Kemuliaan Kerajaan Mesianik

KHOTBAH: Kemuliaan Kerajaan Mesianik

Pdt. Samuel B. Pandie, S.Th

Mazmur 72

Saudara-saudari

Dibalik sebuah nyanyian selalu tersembunyi makna bagi orang yang mendengar. Sang pencipta lagu biasanya menyisipkan berbagai keadaan; entah itu penyesalan, kekaguman, cinta, harapan, ratapan atau pun peringatan.

Mazmur 72 adalah nyanyian penobatan raja saat Salomo menjadi raja menggantikan ayahnya Daud. Terselip didalam nyanyian penobatan itu sebuah harapan Israel bagi Salomo sehingga dalam kepemimpinannya, akan lahirnya: keadilan, damai sejahtera dan keberpihakan kepada kaum yang lemah.

Dimasa kepemimpinan Salomo, banyak kali kita menemukan kepemimpinannya yang mampu mendatangkan kestabilan politik, peningkatan spiritualitas dan kemajuan ekonomi. Salomo seperti mendendangkan nada-nada indah, namun Alkitab juga mencatat nada-nada fals dalam kepemimpinan Salomo.

Alkitab mengakui beberapa kelemahan Salomo:

Pertama, Di dalam keluarga Daud terpecah dalam dua Fasi. Setelah kematian Absalom, Adonia dalam dukungan Yoab dan Abyatar dianggap lebih pantas menjadi raja. Sementara Salomo dibawah dukungan Imam Zadok, Benaya, nabi Natan serta para Ksatria Daud. I Raja-raja 1 : 13 – 25 menyebut setelah menjadi raja, Salomo memerintahkan Adonia dibunuh, Abayatar di pecat dari nabi dan Yoab juga dibunuh. Salomo telah gagal menerapkan keadilan didalam rumahnya sendiri. 

Kedua, Jerome Walsh peneliti sejarah Alkitab menemukan catatan yang lain dalam pembangunan bait Allah (I Raja-raja 1 – 5) bahwa Selain adanya kerja paksa, kenaikan pajak yang tinggi terutama sikap Salomo yang berlaku diskriminasi pajak terhadap Israel Utara. Demi damai sejahtera, Salomo berlaku kejam dan diskriminatif. 

Ketiga, kerajaannya menjadi mundur ketika Alkitab berbicara secara jujur (I raja-raja 11 : 1 – 13) Tuhan marah kepada Salomo karena dia jatuh pada dosa penyembahan berhala. Keruntuhan manusia terjadi ketika Tuhan tak ada lagi dihatinya. 

Itulah manusia. Kepemimpinan selalu tak memuaskan. Sejak Herodes, Nero, Hitler, Polpot pemimpin Kmer Merah sampai sekarang, pemimpin-pemimpin banyak kali menghadirkan monopoli kekuasaan, monopoli ekonomi, Korupsi, kekerasan dan pembantaian. 

Atas kesadaran inilah, nyanyian ini dipahami sebagai cikal bakal hadirnya suatu kepemimpinan yang sempurna yang disebut kerajaan mesianik.  Kekristenan menangkap nada harapan mazmur 72 dan menyebut bahwa nyanyian Mesianik ini hanya bisa disempurnakan oleh Tuhan Yesus. Dalam seluruh karya pelayanan Tuhan Yesus, kita menemukan bagaimana nyanyian Mesianik ini digenapi.

Keadilan. Alkitab mengajarkan kepada kita tentang tiga bentuk keadilan.

Pertama keadilan distributif. Dalam hal ini distributif yang dimaksud adalah mereka yang berkuasa harus mendistribusikan apa yang mereka punya kepada orang yang lemah. Bayangkan saya dan saudara apakah kita lahir lalu bisa bertanggungjawab terhadap kehidupan dan pertumbuhan kita? Apakah seorang bayi begitu lahir, lalu dia bangun dan membuat susu untuk diminum, menambil bubur sun untuk dimakan. Apakah seorang bayi ketika pipis, bangun dan mengganti celananya atau bangun pagi mandi untuk membersihkan dirinya?

Tidak kan? Seorang bayi membutuhkan uluran tangan orang lain. Itulah sebabnya Yesus berkata : Roh Tuhan ada padaku supaya aku memberitakan kabar dan pembebasan bagi orang orang miskin, para tawanan, orang buta dan orang-orang tertindas.

Kedua, keadilan komutatif yaitu mengakui hak-hak orang lain. Dimasa-masa ini kecurigaan kepada orang lain begitu tinggi. penyebutan ODP, PDP dan suspect sering menempatkan orang sebagai sumber masalah, ia kehilangan nilai sebagai manusia yang pantas dikasihani.

Yesus duduk dengan perempuan Samaria yang mana perempuan samaria mewakili kebanyakan orang Samaria yang dianggap najis. Tuhan duduk bersama dia karena dihadapan Tuhan semua manusia setara.

Ketiga, keadilan legal yaitu kewajiban mentaati hukum bagi kepentingan umum. Yesus berkata: beri pada Tuhan apa yang wajib kamu berikan dan kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan. Dan sesungguhnya ada satu keadilan Allah yang tercermin dalam diri Yesus yang tidak dipunyai oleh siapapun, Allah berjalan diantara murka dan kasih. Bukankah apa yang dilakukan Yesus adalah gambaran kerajaan mesianik? 

Damai Sejahtera.

Adakah Yesus merasa terganggu karena Ia terlahir dari keluarga miskin?

Adakah Yesus merasa minder karena duduk dengan orang kaya?

Pernahkah Yesus tergoda karena berada disamping seorang perempuan?

Apakah Yesus menyesali diriNya karena harus menanggung dosa saya dan saudara dengan jalan penderitaan?

Damai sejahtera itu soal suasana bathin yang selalu stabil dalam segala kondisi. Yang kita temukan justru kematangan bathin sebab Yesus tidak pernah memikirkan diriNya, Ia mendahulukan orang lain. Ketika orang-orang lapar, Ia berkata : berilah mereka makan. Selama seorang pemimpin sudah selesai dengan diriNya, Ia akan menghadirkan damai sejahtera bagi banyak orang.

Keberpihakan pada kaum lemah. Bacalah semua karya Yesus, yang saudara temukan adalah keberpihakan.

Perempuan yang ketahuan berzinah harusnya dilempar mati, tetapi Yesus mengampuni dia.

Zakheus pemungut cukai, harusnya dijauhi tetapi Yesus tinggal di rumahNya.

Orang Kusta harusnya dinajiskan, tetapi Yesus menyembuhkan mereka. 

Tuhan Yesus mampu menampakkan kerajaan Mesianik yang sempurna. Tenyata nyanyian Mazmur 72 tergenapi dalam diri Yesus Kristus.  Mungkinkah Kerajaan Mesianik dapat dijalankan oleh manusia?

Lukas 22 : 24 – 30 ketika Percakapan waktu perjamuan malam mengatakan kepada para murid bahwa Kerajaan Allah berbeda dengan kerajaan dunia yang menekankan kekuasaan tetapi Kerajaan Allah adalah kerendahan hati, keadilan,dimana semua orang makan dan minum dalam kesetaraan dengan suasana damai sejahtera.

Dalam kisah Paskah, Kerajaan Mesianik adalah Kerajaan Injil yaitu kemauan melepas segala kekhawatiran dan melanjutkan misi sebagai penjala manusia. Semua orang percaya dalam kepemimpinan sampai di lingkup keluarga harus membawa kabar baik. Seorang ayah mesti berjuang guna memastikan isteri dan anak-anaknya menikmati makan. Seorang ayah dan ibu mesti terus mendampingi anak-anak, memastikan bahwa mereka tidak haus akan kasih sayang.

Para aktivis gereja mesti memastikan bahwa mereka adalah para pelayan. Pemimpin-pemimpin mesti punya kepekaan terhadap berbagai kondisi disekitarnya.

Mazmur 72 menyebut bahwa seorang pemimpin yang mampu menjalankan agenda mesianik, kepadanya akan beroleh delapan kesukaan : umur panjang, tak ada kelaparan, ucapannya berwibawa, tak ada yang berani menjatuhkan kekuasaannya, dihormati, tidak ada perkataan kotor, kekayaan, luput dari kematian.

Kepemimpinan bukanlah sebuah pencitraan, kepemimpinan Kristen bukan hanya kemampuan mempengaruhi orang lain. Kepemimpinan Kristen adalah kepemimpinan yang meniru gaya kepemimpinan Kristus yang melayani.

Nelson Mandela Saat berada dalam penjara, pernah digantung terbalik sambil dikencingi oleh seorang sipir penjara. Meskipun merasa terluka, Mandela hanya menyimpan perkara ini di dalam hatinya. Ketika Mandela akhirnya bebas dan terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan, ia menyuruh ajudannya untuk mencari sipir penjara yang menyiksanya tersebut dan membawanya ke hadapan Mandela.

Sipir tersebut sangat ketakutan. Ia berpikir bahwa Mandela akan membalas dendam dan menghukum balik dirinya. Sebaliknya, ketika bertemu, Mandela justru memeluk sipir tersebut sambil berkata, Hal pertama yang  kulakukan ketika menjadi Presiden adalah memaafkanmu.

Mungkin kita tidak sempurna, tetapi jika hati kita terpaut pada Kristus, maka kuasa kepemimpinanNya akan menggerakkan kita sehingga dimanapun kita berada, kita mampu menebarkan Injil keadilan, damai sejahtera dan kepedulian kepada mereka yang kurang beruntung,

Amin.

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Linkdin
Share on Pinterest

Leave a comment

Kumpulan Bacaan