UMAT YANG MENYEBARKAN SUKACITA

Bahan kotbah Minggu Bulan Kebangsaan, 27 Agustus 2023

Bacaan Alkitab: Filipi 4:2-9
Tema : UMAT YANG MENYEBARKAN SUKACITA
Pengantar

Sukacita adalah salah satu buah Roh Kudus dalam kehidupan umat Allah. Umat patut bersukacita atas kasih Allah yang sempurna. Sukacita itu tidak untuk kehidupan pribadi namun juga untuk kehidupan bersama. Sukacita iman harus disebarkan agar semua orang merasakan dan menyukuri kasih Allah kepada semua orang dan segenap ciptaan.

Penjelasan Teks

Jemaat Filipi adalah jemaat yang sangat dekat dengan pelayanan rasul Paulus. Pertumbuhan jemaat ini sangat membuat rasul Paulus dalam penjara bersukacita. Meskipun di dalam penjara, jemaat ini masih menyokong pelayanan rasul Paulus. Itulah sebabnya surat ini ditulis dengan sebuah catatan-catatan khusus.

Ayat 2-3 rasul Paulus menasihati beberapa orang dalam jemaat yang menjadi pemberita injil dan pemimpin supaya selalu sehati dan sepikir dalam Tuhan. Nasihat ini merupakan nasihat khusus karena kesehatian para pemimpin dalam gereja adalah awal dari kebangkitan Kerajaan Allah. Rasul Paulus mengingatkan bahwa Pekabaran Injil hanya dapat dilakukan jika pelayan-pelayannya saling menopang dan tolong-menolong di dalam Tuhan. Para pelayan diminta untuk saling mendukung dalam pekerjaan baik dan saling melengkapi. Rasul Paulus sangat mengerti betapa perlunya para pelayan Tuhan memiliki hati dan pikiran yang sama-sama di dalam Tuhan. Karena itu Klemens dan sahabat-sahabat sepelayanan yang lain tidak boleh berdiam diri memperhatikan perbedaan pendapat di antara pelayan- pelayan perempuan dalam gereja seperti Eudioa dan Sintikhe. Kedua pelayan perempuan itu adalah teladan dalam gereja dan karena itu dengan penuh hormat rasul Paulus memberi catatan khusus bagi keduanya.

Ayat 4. Ini adalah ajakan kepada semua orang. Ajakan ini sebenarnya telah diungkapkan dalam pasal 3:1. Tiga kali ajakan yang sama ini diserukan untuk menegaskan bahwa sukacita adalah sebuah hal yang harus ada dalam gereja. Bahasa Yunani yang dipakai adalah ajakan untuk bertindak atau menghadirkan sukacita. Harus ada tindakan untuk menghadirkan sukacita secara sengaja. Uniknya, ajakan ini bukanlah ajakan kepada individu melainkan ajakan kepada semua orang (plural). Itu berarti sukacita bukanlah hal yang harus disembunyikan atau dilakukan untuk menyenangkan diri semua. Kita terpanggil untuk membagikan sukacita kepada semua orang, sukacita orang lain adalah sukacita kita juga, dan sebaliknya.

Ayat 5. Kebaikan hati adalah kebutuhan semua orang yang membangun relasi. Hal ini berkaitan erat dengan ajakan bersukacita pada ayat sebelumnya. Meskipun demikian pengakuan akan kebaikan seseorang bukanlah pengakuan komunal melainkan pengakuan pribadi. Bagi rasul Paulus semua orang mengetahui/mengalami secara pribadi kebaikan-kebaikan dari orang Kristen di Filipi. Kebaikan di dalam nama Tuhan adalah pintu menuju hati semua orang. Tanpa kebaikan hati, Injil tidak dapat diterima dan diakui. Rasul Paulus seakan-akan mengingatkan bahwa kebaikan hati adalah karakter orang Kristen yang harus dirasakan siapa saja.

Selanjutnya, alasan kebaikan hati orang Kristen adalah kedatangan Kristus yang sudah mendekat. Karena kedatangan-Nya yang segera itu, maka setiap kesempatan haruslah dipakai untuk menyatakan kebaikan dan memberi sukacita kepada semua orang. Seakan-akan ada tanda peringatan bahwa waktu yang terbatas dan singkat ini harus diisi dengan hal-hal positif dan bermanfaat, bukan dengan kepentingan diri sendiri apalagi berdiam diri.

Ayat 6-7. Menebarkan sukacita dan kebaikan tentu membutuhkan pengorbanan dan kerelaan. Ada keterbatasan manusia untuk dapat membagikan sukacita dan kebaikan. Titik jenuh itu sangat berbahaya bagi orang Kristen. Maka rasul Paulus memberi nasihat selanjutnya untuk tidak mengkhawatirkan segala perkara. Gereja diingatkan bahwa sumber sukacita dan kebaikan adalah Allah sendiri. Karena itu harus ada sebuah relasi antara orang Kristen dengan sumber sukacita dan kebaikan sejati melalui doa dan pengucapan syukur. Ada jaminan bahwa pemeliharaan Kristus akan tersedia bagi mereka yang membangun relasi dengan Allah. Damai sejahtera dari Allah adalah warisan yang dijanjikan kepada orang-orang yang menebarkan sukacita dan kebaikan.

Ayat 8. Semua bermula dari cara berpikir yang benar, mulia, adil, suci, manis, kebajikan dan terpuji. Jika hal-hal ini yang dipikirkan dan dilihat pada orang lain, maka orang Kristen dapat hidup penuh damai sejahtera di antara orang-orang lain. Bukankah iri, dendam, kepahitan selalu hadir jika kita tidak memikirkan kebenaran, kemuliaan, keadilan, kesucian, keindahan, kebajikan dan kehormatan yang ada pada orang lain?

Ayat 9. Rasul Paulus telah meninggalkan sebuah teladan bagaimana melayani dan bersaksi di tengah- tengah dunia dengan cara yang benar dan santun. Karena itu jemaat diajarkan untuk mengamalkan semua nilai kebenaran itu dengan baik.

Aplikasi

Kita hidup di sebuah bangsa yang sedang mengalami banyak sekali tantangan, kesulitan, persoalan dan
keterpurukan. Namun itu bukanlah alasan untuk tidak menjadi orang kristen yang benar. Justru
Kantong-kantong kekristenan haruslah menjadi contoh bagaimana menjalani hidup berkualitas.

Menjalani hidup dengan sukacita bukanlah sebuah penyangkalan atas keterbatasan dan kelemahan diri, melainkan sebuah ajakan untuk berbuat lebih banyak bagi orang lain dalam nama Tuhan. Banyak orang kehilangan sukacita sebab mereka membiarkan diri memikirkan diri sendiri.

Kita wajib membedakan euforia dan hingar bingar perayan HUT kemerdekaan dengan sukacita sejati. Di sela-sela perayaan HUT Kemerdekaan, kita perlu menarik lagi sebuah semangat untuk berjuang menghadirkan sukacita sejati yang bersumber dari Allah dan berujung pada kebaikan semua makhluk.
Nasihat-nasihat rasul Paulus ini adalah sebuah catatan yang lahir dari keadaan terpenjara yang terbatas. Meskipun demikian, bagi dia, sukacita yang sempurna hanya ada saat semua orang bersama- sama bersatu dalam kasih dan kebaikan, sehati sejiwa dalam melayani, memikirkan keindahan dan kebaikan bagi orang lain, membangun relasi dengan Allah dalam doa yang sungguh-sungguh dan selalu bersyukur.

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Linkdin
Share on Pinterest

Leave a comment

Kumpulan Bacaan