Memahami Pimpinan Allah dalam Perjuangan Hidup [Renungan Minggu GMIT]

Memahami Pimpinan Allah dalam Perjuangan Hidup

Hakim-Hakim 6 : 11 – 40

Sejarah umat Israel penuh dengan hal-hal luar biasa. Pengalaman-pengalaman luar biasa itu dituturkan turun temurun dari generasi ke generasi. Tradisi tutur ini membuat generasi yang lebih muda untuk mengenal sejarah mereka temasuk sejarah iman. Dalam hal ini mereka meyakini campur tangan Allah Yang Maha Kuasa yang menerobos masuk dalam sejarah kehidupan mereka, sehingga mereka tetap tepelihara sebagai suatu bangsa. Kisah-kisah itu begitu melekat dalam pola pikir mereka sebagai sebuah cerita iman para leluhur. Kisah-kisah ini yang tidak ditemukan sebagai pengalaman mereka sendiri ketika bangsa itu berpaling dari Tuhan. Cerita hebat itu seolah telah berakhir. Bangsa pilihan Tuhan yang begitu perkasa dalam pengembaraan di padang gurun itu seperti kehilangan kekuatanya dan menjadi bangsa jajahan. Pertanyaan besar muncul dalam benak generasi baru;dimanakah Tuhan yang diceritakan para leluhur? Kalau Tuhan cukup kuat maka mengapa umat Tuhan hidup terjajah? Di mana janji Tuhan dengan para leluhur?

Pertanyaan ini yang diungkapkan Gideon ketika melihat malaikat Tuhan datang padaNya. Ketika itu malaikat Tuhan datang padanya ketika ia mengirik gandum ditempat pemerasan anggur agar tersembunyi dari orang midian (Ay.11). Jika tidak demikian maka tentu hasil panen itu akan dirampas oleh midian. Hal ini menunjukkan betapa menderita serta tertekanya umat Israel. Dalam tekanan ini sang malaikat menyapa Gideon dengan sapaan pahlawan yang gagah berani untuk meyatakan penyertaaan Tuhan (Ay. 12). Hal ini terasa aneh bagi Gideon. Bagaimana seorang yang bersembunyi karena takut, disapa sebagai pahlawan yang gagah berani? Apalagi dengan salam menyangkut penyertaan Tuhan. Salam ini disambut Gideon dengan dingin dan bahkan mempertanyakan penyertaan Tuhan. Baginya kisah kebesaran Tuhan yang menyertai Israel tinggalah kisah masa lalu. Pengalaman hidup dalam tekanan penjajahan midian membuat Gideon dan bangsanya nyaris kehilangan harap dan berpikir bahwa umat pilihan Tuhan telah dibuang oleh Tuhan (Ay. 13).

Terhadap pertanyaan ini,Tuhan memberi jawaban dengan mengutus Gideon untuk membebaskan Israel. Gideon diajak untuk jangan hanya melihat persoalan dan mengeluh melainkan terlibat aktif untuk menemukan jalan keluar bagi bangsanya (ay 14). Dengan pengutusan ini ia dilibatkan Tuhan dalam rencana pembebasan oleh Tuhan. ini juga jadi bukti bahwa Tuhan tidak membiarkan umatNya sendiri dalam memperjuangkan masa depan mereka. Pengutusan ini disambut Gideon dengan rasa rendah diri, ia merasa tidak mampu dan ia juga tidak dapat diterima pula oleh bangsanya (Ay.15). Namun Tuhan meyakinkan Gideon bahwa Tuhan tidak akan meninggalkanya. Tuhan sendiri yang akan menyertainya dan membawa kemenangan baginya (Ay.16). Sebagai buktinya Tuhan menjawab tanda-tanda yang diminta oleh Gideon, baik tentang persembahan maupun guntingan bulu domba (ay. 17-24,36-40). Hal ini dilakukan Tuhan untuk membangun kembali kepercayaan diri Gideon, sebagai orang yang akan memimpin umatNya. Ini juga menjadi cara Tuhan membangun iman dan kepercayaan Gideon pada Tuhan. Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa kuasa Tuhan bukan sekedar cerita masa lalu. Kuasa itu nyata dan kuasa itulah yang akan menyertai Gideon dalam menghalau musuh.

Sebelum misi pembebasan dari penjajahan Midian itu dimulai maka Tuhan memberi misi pembebasan umat dari penyembahan berhala. Ini juga jadi jawaban pertanyaan Gideon tentang hilangnya penyertaan Tuhan atas Israel. Bukan Tuhan yang meniggalkan Israel tetapi Israel lah yang telah meinggalkan Tuhan dan berpaling pada Baal. Walau misi ini dilakukan diam-diam karena takut, namun Tuhan membelanya ketika ia ketahuan dan teancam (ay.25-32). Setelah misi pembebasan dari peyembahan berhala itu selesai, maka misi pembebasan dari Midianpun dilakukan. Gideon tidak melakukanya seorang diri, melainkan melibatkan suku-suku lain dalam Israel (ay. 33-35). Perjuangan pembebasan itu harus  menjadi keprihatinan bersama sebagai sebuah bangsa. Ini juga jadi jawaban Tuhan bagi seluruh Israel bahwa hanya Tuhan yang mampu melepaskan mereka dari Midian dan memberi masa depan baru; bukan Baal ataupun berhala lainya.

Beberapa hal yang dapat dikembangkan sebagai aplikasi untuk pembacaan ini adalah; pertama, kehidupan tak pernah luput dari persoalan. Bahkan itu bisa menyita banyak waktu, tenaga dan juga melahirkan ketakutan dan stress. Ketakutan dan stress yang berkepanjangan dapat membuat kita hilang harap dan tidak mampu melihat jalan keluar. Yakinlah bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita walaupun kita lemah dan berdosa. Tuhan mampu menolong kita dan mau menyertai kita untuk melewati masa buruk itu, yang perlu dilakukan ialah jangan menyerah, berhenti untuk terus mengeluh; sebaliknya kuatkan dan teguhkan hati, temukan jalan keluar bersama Tuhan. Yakinlah bahwa kita tidak sendirian karena Tuhan menyertai kita. Kedua, menemukan jalan keluar perlu dibarengi dengan kerelaan dan keberanian untuk membuang hal-hal buruk yang melahirkan persoalan bagi kita. Berhala-hala modern dan dosa ciri diri harus disingkirkan. Cinta uang yang melahirkan korupsi dan tindak kriminal lainya perlu dibuang; cinta akan alkohol yang melahirkan KDRT dan tindak penyimpangan lainya perlu ditinggalkan; berbagai bentuk perjudian yang melahirkan kemiskinan dan berbagai masalah sosial perlu diberantas, berbagai berhala disingkirkan demi kehidupan yang lebih baik. Ketiga, persoalan sosial dalam persekutuan jemaat dan masyarakat harus menjadi keprihatinan bersama. Jangan biarkan itu mejadi pergumulan pimpinan sendiri, jangan hanya jadi penonton atau penilai situasi tanpa memberi solusi atau melakukan sesuatu. AMIN

Like this article?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Linkdin
Share on Pinterest

Leave a comment